MIPM

  • Beranda
  • PROFIL
  • formulir
  • News
  • MISI
  • VISI
  • GALERI
  • RAPBM

Monday, 28 March 2016

Mengenal Gaya Belajar Anak

Mengenal Gaya Belajar Anak


Gaya Belajar merupakan kecenderungan sikap yang dimiliki seseorang ketika ia menyerap, memproses, dan mengolah  informasi dari berbagai sumber yang ia peroleh agar informasi tersebut bermakna bagi dirinya. Gaya belajar yang kita kenal pada umumnya ada tiga, yaitu Visual (mengandalkan indera penglihatan), Auditori (mengandalkan indera pendengaran), dan Kinestetik (gerakan tubuh). Setiap anak itu unik, dan memiliki karakter yang khas pembeda antara anak yang satu dengan anak lainnya. Setiap anak biasanya memiliki satu kecenderungan untuk memiliki gaya belajar tertentu. Sebaiknya sedari kecil kenalilah gaya belajar yang anak anda miliki, agar anda bisa memilih pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar anak anda itu. Berikut ini ada beberapa ciri dari ketiga gaya belajar tersebut:
1. Visual
Anak dengan gaya belajar visul dalam belajarnya itu menitikberatkan pada ketajaman indera penglihatan. Karakteristik dari anak dengan gaya belajar visual itu sendiri, yaitu:
a. Harus melihat sesuatu (informasi, pelajaran, peristiwa) secara langsung, atau minimal melalui perantara seperti gambar, dan video.
b. Memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna.
c. Biasanya memiliki kesulitan dalam berdialog.
d. Kurang bisa menyerap suatu materi yang diberikan secara lisan.
e. Cara menghafalnya dengan memvisualisasikan apa yang mereka lihat, jadi tanpa melihat mereka tidak dapat menghafal dengan baik.
f. Ketika belajar biasanya akan duduk di depan agar bisa melihat apa yang ditampilkan dengan jelas.
g. Ketika sebuah benda dipertunjukan saat belajar, maka konsentrasi mereka pada pembelajaran tersebut akan fokus.
2. Auditori
Anak dengan gaya belajar auditori saat pembelajaran menitikberatkan pada indera pendengaran. Berikut ini karakteristik anak dengan gaya belajar Auditori:
a. Menyerap informasi dari pembelajaran dengan menggunakan pendengaran.
b. Biasanya kurang suka membaca dan cukup sulit untuk memahami informasi dari buku secara langsung.
c. Agak lambat dalam hal menulis dan membaca.
d. Terampil untuk berbicara.
e. Karena sering mendengarakan maka ia memiliki tata bahasa yang baik.
f. Seperti tidak memperhatikan saat guru menjelaskan, padahal ia sedang mendengarkan.
3. Kinestetik
Anak dengan gaya belajar kinestetik biasanya memiliki kecenderungan untuk bergerak saat pembelajaran (tidak hanya duduk diam). Selain itu ada juga ciri lainnya, yaitu:
a. Memerlukan suatu benda untuk ia pegang/ mainkan saat pembelajaran.
b. Tidak bisa duduk diam dan hanya mendengarkan ketika guru menjelaskan untuk waktu yang lama.
c. Memiliki kepandain dalam bidang yang berhubungan dengan gerak, seperti olahraga ataupun tari.
d. Ketika ia tidak memegang sesuatu, biasanya salah satu anggota tubuhnyalah yang akan bergerak, entah itu tangan, kaki, atau kepala.
Itulah diantaranya beberapa karakteristik dari gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Segeralah kenali gaya belajar yang anak anda miliki dan arahkan dia untuk belajar sesuai dengan gaya belajarnya.
Diposkan oleh Unknown di 08:23 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

20 METODE MENGAJAR AGAR JADI GURU "KEREN DAN BEKEN MENURUT DR MUH,SYAFII ANTONIO

Assalamualaikum...wr..wb Salam sejahtera untuk kita semuanya semoga Tetap dalam keadaan sehat dan baik. berbicara tentang Pendidikan Banyak methode yang harus di perhatikan.

Sukses menjadi guru tak semata-mata karena menenteng ijazah dari fakultas keguruan atau mendapat sertifikasi profesional. Guru keren di mata dan hati siswa juga beken dan dijadikan favorit karena metode mengajar asyik dan menarik. Mau tahu 20 metode mengajar yang telah dipraktekkan oleh Rasulullah SAW ? Salah satu faktor penting kejayaan pendidikan Rasulullah SAW adalah karena beliau menjadikan dirinya sebagai model dan teladan bagi umatnya. Tentu, guru yang baik seharusnya menjadi teladan dan model bagi siswanya.


 Ucapan dan tindakan guru harus sejalan dan sejujurnya. Ingat ungkapan ini 'jangan ada dusta diantara guru dan siswa'. Nio Gwan Chung (Dr. M. Syafii Antonio, M.Ec) dalam bukunya Muhammad SAW The Super Leader Super Manager menuliskan 20 metode dan teknik pengajaran sebagai 'holistic learning methods', yaitu :

1. Learning conditioning (meminta diam untuk mengingatkan, menyeru secara langsung dan perintah untuk menyimak dan diam dengan cara tidak langsung); 

2. Active interaction (interaksi pendengaran : teknik berbicara, tidak bertele-tele pada ucapan dan tidak terlalu bernada puitis, memperhatikan intonasi, diam sebentar ditengah-tengah penjelasan; interaksi pandangan : eye contact dalam mengajar, memanfaatkan ekspresi wajah, tersenyum); 3. 

Applied-learning (metode praktikum yang diterapkan oleh guru dan yang dilakukan oleh siswa); 4. 

Scanning and levelling (memahami siswa secara individu sesuai tingkat kecerdasannya); 5.

 Discussion and feed-back (metode yang logis dalam memberikan jawaban dan membuat contoh sederhana yang mudah dipahami);

 6. Story telling (bercerita);

 7. Analogy and case study (memberikan perumpamaan dan studi kasus nyata di sekitar kehidupan); 

8. Teaching and Motivating (meningkatkan gairah belajar dan rasa keingintahuan yang tinggi); 9. 
Body language (membuat penyampaiannya bertambah terang, lebih pasti dan jelas; menarik perhatian pendengar dan membuat makna yang dimaksud melekat pada pikiran; mempersingkat waktu); 10. 

Picture and graph technology (penjelasan diperkuat dengan gambar atau tulisan); 

11. Reasoning and argumentation (mengungkapkan alasan akan memperjelas sesuatu yang sulit dan berat agar dipahami oleh siswa); 

12. Self reflection (memberi kesempatan kepada siswa untuk menjawab sendiri suatu pertanyaan agar siswa dapat mengoptimalkan kerja otak dan mengasah pikiran); 

13. Affirmation and repetition (pengulangan kalimat dan ucapan nama); 

14. Focus and point basis ( menggunakan teknik berdasarkan rumusan-rumusan besar atau poin akan membantu siswa dalam menyerap ilmu dan menjaganya dari lupa);

 15. Question and answer metodh (teknik bertanya untuk menarik perhatian pendengar dan membuat pendengar siap terhadap apa yang akan disampaikan kepadanya);

 16. Guessing with question (penting untuk memperkuat pemahaman dan memperbesar keingintahuan);

 17. Encouraging student to ask (guru memberikan kesempatan dan motivasi kepada siswa untuk berani mengajukan pertanyaan : bertanya dapat menghapus kebodohan serta memperbaiki pemahaman dan pemikiran dan menjadi alat evaluasi guru atas cara penyampaian pelajarannya);

 18. Wisdom in answering question (menyikapi orang-orang yang mengajukan pertanyaan sesuai dengan tingkat pengetahuannya; menyikapi si penyanya dengan sikap yang bermanfaat baginya); 

19. Commenting on student question (memberikan komentar terhadap jawaban siswa);

 20. Honesty (seorang guru harus menanamkan sikap mulia berani mengakui ketidaktahuan ke dalam diri siswanya. ucapan 'aku tidak tahu adalah bagian dari ilmu') 

SUMBER(http://www.kompasiana.com)
Demikian berita dan informasinya semoga bermanfaat,amiiin.
Diposkan oleh Unknown di 06:53 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Wednesday, 9 March 2016

10 TEKNIK MENGELOLA KELAS MENURUT CAROLINE LINSE

Assalamualaikum wr wb,,,,,,,,,,,,,, Selamat siang rekan-rekan guru semua yang ada diseluruh Indonesia, siang ini pelangipost.com akan membagikan informasi mengenai,
Saat menghadapi murid yang usianya masih kecil (misal, SD) pasti kita banyak menghadapi kendala. Mulai dari siswa yang ribut, susah diatur, suka lari-lari di kelas, dan lain-lain.


Hal ini berbeda sekali dengan menghadapi siswa di SMP atau SMA. Mereka biasanya sudah mengerti untuk tetap tertib dan memperhatikan guru. Young learner (kelas rendah) biasanya masih mempunyai fokus perhatian yang cenderung rendah. Mereka tidak bisa lama-lama fokus terhadap suatu hal, karena perhatiannya akan mudah “buyar”. Maka sebagai guru sebaiknya kita mempunyai teknik tersendiri untuk mengontrol kelas. Caroline Linse mengemukakan ada 10 teknik yang bisa kita jadikan referensi.

1. Have a range of activities up your sleve
Maksudnya, sebagai guru kita harus bisa menyiapkan rencana cadangan. Misalnya aktivitas A yang sudah direncanakan ternyata tidak memungkinkanuntuk dijalankan, nah kita harus punya plan B atau plan C. Sehingga kita tetap dapat mengontrol kelas dengan baik.

2. Catch children being good
Guru terlalu sering fokus dengan perilaku buruk buruk dari muridnya, misal saat anak berbuat nakal, pasti guru akan cenderung menyalahkannya. Kadang, guru juga harus bisa memberikan pujian pada anak yang melakukan hal positif. Misalnya, kalau anak berbuat baik, sebaiknya kita memujinya. Terutama saat anak-anak trouble maker dapat berperilaku baik, kita harus langsung memujinya agar perilakunya tetap menjadi baik. Ingat loh, anak suka kalau dipuji! Tapi yang harus diperhatikan juga jangan terlalu sering memuji, apalagi memuji pada satu orang anak saja. Hal ini akan memberikan cap “anak emas” dan kita pasti dinilai pilih kasih. 

3. Use affirmative commands
Sering denger kan teori jangan bilang jangan pada anak? Nah ini sama aja kayak gitu. Pemakaian kata positif pada anak memang lebih efektif daripada kata negatif. Misal, guru yang berkata “don’t talk so loudly!”, pasti anak-anak hanya mematuhi untuk beberapa menit. Lain halnya jika guru berkata “please use indoor voice”.konotasi positif akan cenderng dipatuhi oleh anak dibanding konotasi negatif yang justru membuat mereka merasa kurang nyaman. 

4. Break down instructions into steps
Dalam memberikan intruksi pada anak, sebaiknya harus jelas dan tidak berbelat-belit. Sebagai guru kita bisa membuat beberapa langakah singkat yang bisa dimengerti anak. Instruksi yang panjang akan membuat mereka kebingungan. Sebaikanya beri instruksi langkah demi langkah dengan kalimat yang to the point. Misalnya sesudah memberik langkah pertama, kita bisa menunggu terlebih dahulu mereka mengerjakannya, jika semua sudah selesai maka dilanjutkan ke langkah berikutnya. Hal ini akan membuat mereka mengerti apa yang harus mereka lakukan dan mengerjakannya dengan baik.

5. Determine clasroom rules with students
Dalam suatu kelas sebaiknya terdapat peraturan yang jelas. Ini juga dapat membantu guru untuk mengontrol kelas karena sudah terpasang peraturan yang sebelumnya sudah disetuji oleh semua siswa. Misalnya peraturan bagi yang ribut atau gaduh akan diberi tanda L . Peraturan yang ada bisa ditempel di dinding kelas agar anak tetap ingat. Selain itu, peraturan yang dibuat juga sebaiknya dalam kalimat positif, misalnya “tertib saat pelajaran” atau “be kind to others”, dll.

6. Take the class temperature often
Sebagai seorang guru kita harus bisa membaca situasi siswa. Sebisa mungkin kita harus bisa “mengukur” keadaan kelas. Jika dilihat anak-anak sudah bosan pada suatu kegiatan, kita bisa memberikan kegiatan yang lain. Hal ini berkaitan dengan poin no.1.

7. Speak in a soft voice
Ketika suasa kelas mulai ramai, sebaiknya kita tidak berteriak agar mereka diam. Hal ini hanya akan membuat mereka diam beberapa saat lalu kembali ribut. Mereka pun akan berpikir, “kalau bu guru berteriak, berarti saya juga boleh berteriak”. Berbicara dengan volume suara yang sedang atau cenderung rendah akan membuat mereka diam dan penasaran dengan apa yang sedang kita bicarakan, sehingga mereka akan mencoba mendengarkan kita dan berhenti ribut.

8. Develop signals to quiet the class
Terkadang kita perlu menggunakan alat bantu untuk mengambil perhatian mereka. Misalnya, lihat di TK, para guru disana sering menggunakan tamborin agar murid mereka fokus. Kita juga bisa menggunakan alat lain yang mengeluarkan bunyi sebagai sinyal untuk mereka fokus. Jika kelas sudah mulai ramai dan ribut, kita bisa mengetuk-ngetuk papan tulis untuk mendapatkan perhatian mereka lagi. Pada anak ABK tunarungu, bisa digunakan isyarat lampu untuk memfokuskan perhatian. Hal ini dilakukan dengan cara menyala-matikan lampu kelas sehingga mereka terfokus pada gurunya.

9. On occasion, be a social engineer
Poin ini adalah salah satu poin yang menarik. Terkadang sebagai seorang guru kita harus bisa menjadi insinyur sosial. Kadang ada anak pendiam dan introvert yang jika berkelompok, tidak ada yang mau sekelompok dengan dia. Sebagai guru, kita harus bisa membuat dia diterima di kelompok. Caranya dengan mempromosikan kelebihannya. Misalnya, “ibu ingin kalian berkelompok dengan Mira karena dia tahu banyak cerita tentang si kancil”. Kalimat promosi tersebut bisa membuat anak lain menjadi membuka pemikirannya dan mulai tertarik untuk berkelompok dengan Mira.

10. Make sure that the punishment fits the crime
Pasti ada saatnya ketika peraturan yang dibuat akan dilanggar oleh siswa. Boleh saja kita menghukum mereka, tetapi dengan hukuman yang cocok dan sesuai dengan kesalahan yang mereka buat. Misalnya saat ada dua orang anak yang berkelahi, hukuman yang bisa kita berikan yaitu dengan memanggil keduanya, lalu menyuruh mereka menuliskan 5 hal baik tentang temannya. Si A harus menulis 5 hal baik tentang si B, dan begitu juga sebaliknya. Hukuman ini akan membuat anak (walaupun dalam keadaan yang saling membenci) berpikir tentang kebaikan yang pernah temannya lakukan.

(Sumber : http://ayundhanabilah.blogspot.co.id/ )
Diposkan oleh Unknown di 20:35 No comments:
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)

Popular Posts

  • RPP 1 Halaman SMP dan SD Revisi 2020
    RPP 1 Halaman SMP Revisi 2020 RPP 1 Halaman Bahasa Inggris https://bit.ly/2uFjZwV RPP 1 Halaman Bahasa Indonesia https://bit.ly/380qTL...
  • Brosur PPDB MI PERGURUAN MU'ALLIMAT CUKIR
    DOWNLOAD DISINI

Blog Archive

  • ▼  2022 (1)
    • ▼  04/17 - 04/24 (1)
      • Profil MIS Perguruan Mu'allimat
  • ►  2021 (2)
    • ►  01/31 - 02/07 (1)
    • ►  01/10 - 01/17 (1)
  • ►  2020 (2)
    • ►  02/09 - 02/16 (1)
    • ►  01/19 - 01/26 (1)
  • ►  2019 (5)
    • ►  12/29 - 01/05 (1)
    • ►  10/27 - 11/03 (1)
    • ►  09/15 - 09/22 (1)
    • ►  08/18 - 08/25 (1)
    • ►  01/27 - 02/03 (1)
  • ►  2018 (7)
    • ►  12/23 - 12/30 (1)
    • ►  12/16 - 12/23 (2)
    • ►  11/25 - 12/02 (1)
    • ►  11/18 - 11/25 (2)
    • ►  10/28 - 11/04 (1)
  • ►  2016 (94)
    • ►  11/13 - 11/20 (1)
    • ►  08/28 - 09/04 (2)
    • ►  04/17 - 04/24 (5)
    • ►  03/27 - 04/03 (2)
    • ►  03/06 - 03/13 (3)
    • ►  02/28 - 03/06 (2)
    • ►  02/21 - 02/28 (7)
    • ►  02/14 - 02/21 (12)
    • ►  02/07 - 02/14 (14)
    • ►  01/31 - 02/07 (10)
    • ►  01/24 - 01/31 (11)
    • ►  01/17 - 01/24 (7)
    • ►  01/10 - 01/17 (5)
    • ►  01/03 - 01/10 (13)
  • ►  2015 (5)
    • ►  12/27 - 01/03 (3)
    • ►  12/20 - 12/27 (2)
  • ►  2014 (2)
    • ►  08/24 - 08/31 (2)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Pages

  • Home
  • About
  • Pripacy Policy
  • Disclaimer

Popular Posts

  • RPP 1 Halaman SMP dan SD Revisi 2020
    RPP 1 Halaman SMP Revisi 2020 RPP 1 Halaman Bahasa Inggris https://bit.ly/2uFjZwV RPP 1 Halaman Bahasa Indonesia https://bit.ly/380qTL...
  • Brosur PPDB MI PERGURUAN MU'ALLIMAT CUKIR
    DOWNLOAD DISINI
  • Dramband MI Perguruan Mu'allimat Cukir Sesi latihan
  • Drumband MI Perguruan Mu'allimat Cukir Lagu 2
  • Kejelasan Inpassing Dan TPG Madrasah
    FGHM Pertanyakan Kejelasan Inpassing Dan TPG Madrasah Perwakilan FGHM (Forum Guru Honorer Madrasah) Jabar saat diterima oleh Kasubid PT...
  • Profil MIS Perguruan Mu'allimat
    Assalamualaikum wr wb   Dalam rangka lomba profile Madrasah yang diadakan oleh Kemenag Jombang, mohon dukungan bapak/ibu dan saudara²ku ...
  • Analisis Kebutuhan Peserta Didik Usia MI
    Analisis Kebutuhan Peserta Didik Usia MI PERKEMBANGAN DAN KEBUTUHAN PESERTA DIDIK USIA MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) A.       PEN...
  • (no title)
    Rangkuman Kurikulum 2013 Edisi Revisi (K13) Sekolah Dasar Perangkat ,  Standar Isi Berikut Rangkuman K13 Sekolah Dasar: 01.  Sosial...
  • REVOLUSI MENTAL, ATURAN SISWA TELAT TAK BOLEH MASUK KELAS, SANKSI JUGA BERLAKU UNTUK GURU DAN KEPSEK
    Asalamu'alaikum wr.wb. selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua.... mari simak informasi terbaru berikut uni... Terkai...
  • Menakar Profesionalisme Pendidik
    SURAT Keputusan Bersama (SKB) Menteri Keuangan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi serta Menteri Dalam Negeri...
MIPM CUKIR. Awesome Inc. theme. Powered by Blogger.