Tuesday, 26 January 2016

Cegah Kekerasan Di Lingkungan Sekolah, Mendikbud Luncurkan Program Sekolah Aman

Tangerang Selatan, TabloidPendidikan.Com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan telah meluncurkan Program Sekolah Aman Anti Kekerasan di Lingkungan Pendidikan.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan
Program ini diluncurkan sebagai bentuk perlindungan anak dalam mengalami kekerasan di lingkungan sekolah.
Menurut Anies, tindakan kekerasan di lingkungan pendidikan harus dicegah dan diatasi. Pencegahan ini tidak hanya dilakukan pemerintah tapi pihak sekolah dan orangtua juga. Apalagi sebanyak 2.208 anak selama 2014 tercatat di data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah berhadapan dengan hukum.
“2208 anak masuk ke ranah hukum karena kekerasan,” ungkap Mantan Rektor Universitas Paramadina ini saat peluncuran Program Sekolah Aman Anti Kekerasan di Lingkungan Pendidikan di SMA 8 Tangerang Selatan, Senin (25/1). Sementara selama satu semester yakni hingga Juli 2015 tercatat 403 anak masuk ke ranah hukum.
Anies menjelaskan, pencegahan tindakan kekerasan ini mencakup pelecehan, perundungan, penganiayaan, perkelahiaan dan/atau tawuran. Kemudian perlu mengatasi pula tindakan perpeloncoan, pemerasan, pencabulan, pemerkosaan, kekerasan berbasis Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) dan kekerasan lainnya yang diatur Undang-Undang.
Dengan adanya gerakan atau program ini menandakan bahwa memang perlu adanya sinergi antara sekolah, pemerintah daerah dan Kemendikbud. Sejumlah pihak memiliki tugas dalam penganggulangan, tataran pemberian sanksi dan pencegahan tindakan kekerasan.
Gerakan ini juga menjadi salah satu cara untuk melengkapi penanganan kekerasan sebelumnya di sekolah. Menurut Anies, penanganan kekerasa sekolah sebelumnya dilakukan secara kasuistik, tidak terstruktur dan langsung masuk ke ranah hukum. Hal-hal ini tidak dipandang sebagai masalah pendidikan.
“Kalau ada siswa yang melakukan kekerasan itu tidak boleh dikeluarkan dari sekolah. Mereka juga masih memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan,” kata Alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) ini. Dia berpendapat, siswa-siswa seperti itu seharusnya dibina dan dididik agar tidak melakukan kekerasan lagi. [Republika]

KPAI: Jajanan Mirip Kondom Merusak Moral, Kesehatan dan Sosial Anak

Kasus jajanan anak yang didalamnya ada benda mirip kondom menjadi perhatian masyarakat.
Jajanan Anak Mirip Kondom
Jajanan Anak Mirip Kondom
Beredarnya jajanan tersebut diprediksi akan berdampak besar dari segi moralitas, kesehatan dan sosial bagi anak-anak yang membeli produk mainan berupa ‘kotak kado’ tersebut.
Tuntutan itu disampaikan Sekretaris Jendral Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Erlinda yang berkoordinasi ke Polsek Bekasi Selatan, Senin (25/1/2016) siang tadi, dia mendesak kepolisian menuntaskan kasus produk “Kotak Kado” yang beredar di Kota Bekasi, Jawa Barat.
“Saya berharap polisi bisa mengungkap kasus ini, karena saya menganggap produk mainan ini melanggar moralitas, aspek kesehatan dan sisi sosial masyarakat,” kata Erlinda.
Dijelaskan Erlinda, dalam segi pelanggaran moralitas, produk berisi benda yang berbentuk menyerupai alat kontrasepsi kondom tersebut kebanyakan dikonsumsi oleh anak-anak.
“Memang alat tersebut kalau diperhatikan lebih mirip dengan finger coat untuk menghitung uang dan partikel elektronik, tapi apa maksud produsennya memasarkan itu kepada anak-anak,” katanya.
Lebih lanjut, dari segi pelanggaran kesehatan, papar Erlinda, dalam jajanan tersebut, terdapat kandungan zat berbahaya bagi kesehatan yang dilarang Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam susu yang dipaket bersama benda serupa kondom dalam kemasan kotak kado.
Terakhir, kata dia, untuk sisi sosial masyarakat, produk itu tidak layak dipasarkan karena menimbulkan persepsi negatif dan meresahkan orang tua.
“Ini jelas sangat mengkhawatirkan masyarakat, karena jajanan ini menyasar anak-anak kita,” ungkapnya.
Untuk itu, diakui Erlinda, pihaknya mendesak kepolisian mengusut kasus itu hingga ke tingkat produsen untuk mengetahui motif pembuatan produk itu.
“Kita koordinasi dengan kepolisian agar diasistensi Polda Metro Jaya dan Mabes Polri, lalu dicari produsennya. Minta tanggung jawabnya dan tanya motifnya,” katanya.
Sementara itu, Kapolsek Bekasi Selatan, Kompol Jayadi mengatakan pihaknya hingga saat ini masih melakukan upaya pencarian terhadap distributor yang memasarkan produk jajajan mainan tersebut.
“Sudah dua saksi kami periksa yang merupakan penjual jajajan itu, mereka tak tahu isi di dalamnya dan keterangan saksi mereka dapat produk itu dari distributor keliling yang baru sekali datang,” jelasnya. [Okezone]

Monday, 25 January 2016

Kementerian dan Pemda Dukung Perluasan Program USAID PRIORITAS


Perwakilan Iranian language Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian RisetdanTeknologi Dikti, Kementerian agamid lizard,dan tujuh provinsi Mitra USAID PRIORITAS mendukung keberlanjutan dan perluasan program USAID PRIORITAS. Demikian hasil Iranian language Rapat Pembahasan Keberlanjutan dan Perluasan Program USAID PRIORITAS bersama Tim Kemendikbud.
Hamid Muhammad Doctor of Philosophy, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menyatakan Mendikbud Anies Baswedan telah berpesan bahwa Kemdikbud masih membutuhkan program principle dirintis USAID PRIORITAS danberharap program masih berlanjut di Chadic depan setelah tahun 2017. Program USAID PRIORITAS merupakan program national capital tahun dan Akan berakhir Gregorian calendar month 2017.
“Kemdikbud berharap adenosine deaminase sinergi kelembagaan agar program principle adenosine deaminase tidak berjalan sendirian. Perlu adenosine deaminase sinergi antara lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK), lembaga penjamin mutu pendidikan (LPMP) dan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan(P4TK)dengan pendekatan kabupaten secara menyeluruh. Kita tidak mungkin tangani sendirian, butuh bantuan banyak Iranian language luar,” ungkap Hamid Muhammad
Prof Dr Kamaruddin Amin, Dirjen Pendidikan Islam Kementerian agamid lizard, menyatakan bahwa Dutch East Indies masih menghadapi tantangan basic dalam memajukan pendidikan.Dia menilai kehadiran USAID PRIORITAS merupakan instrumen principle strategis untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Dutch East Indies.“Saya sangat mendukung program USAID PRIORITAS dan Akan kerja keras untuk mewujudkan programme bersama-sama. Kami juga Akan diskusi dengan Pak Stuart lensman, Direktur Program USAID PRIORITAS, dan tim untuk diskusi lebih detil agar program bisa berkelanjutan dengan langkah afirmatif dan konkrit,” kata Kamaruddin Amin.
Dukungan keberlanjutan dan perluasan program juga disampaikan oleh perwakilan kabupaten Mitra USAID PRIORITAS, seperti disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh dan Sekretaris Daerah Kabupaten Maros di Provinsi Sulawesi Selatan.“Dana sebesar Rp sixteen,4miliar untuk ten kabupaten/kota non Mitra Akan dialokasikan untuk implementasi diseminasi program USAID PRIORITAS,” jelas Hasanuddin Darjo, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh di sela-sela acara.
Dukungan serupa disampaikan academician Dr Baharuddin, Sekretaris Daerah KabupatenMaros, principle menyatakan bahwa Maros telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,73 Miliar untuk melanjutkan implementasi program USAID PRIORITAS, antara lain pembinaan MGMPdan KKG, serta program membaca.“Untuk program membaca, Pemkab Marosakan sediakan anggaran diseminasi pelatihan buku berjenjang, pengadaan buku bacaan, rehabilitasi perpustakaan dan menerbitkan Perbup tentang budaya baca,” kata Baharuddin.
Prof Dr Syawal Gultom, Rektor Universitas Negeri city, berharap keberlanjutan dan perluasan program USAID PRIORITAS dapat semakin banyak mengakses peningkatan mutu LPTK dan sekolah di daerah-daerah. “Untuk keberlanjutan dan perluasan program USAID PRIORITAS, LPTK perlu melakukan diseminasi program USAID PRIORITAS di LPTK sendiri, mengintegrasikan program USAID  PRIORITAS kedalam program studi dan kurikulum LPTK serta perlu adenosine deaminase dukungan pemerintah untuk revitalisasi LPTK dan penguatan LPTK sebagai Service supplier agar metode, materi, jaringan, dansumber daya principle sudah dikembangkan USAID PRIORITAS dapat ditindaklanjuti oleh LPTK,” kata Syawal principle menjadi salaah satu peserta diskusi.
Program USAID Prioritizing Reform, Innovation, Opportunities for Reaching Indonesia’s Teacher, directors, and Students (USAID PRIORITAS) adalah program national capital tahun principle didanai oleh us Agency for International Development (USAID) dan didesain untuk meningkatkan akses pendidikan dasar principle berkualitas di Dutch East Indies. USAID PRIORITAS adalah bagian Iranian language program kerjasamaantara Pemerintah Dutch East Indies dan Pemerintah AmerikaSerikat. Program ini telah diterapkan di Sembilan provinsi (Aceh, Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, JawaTimur, Sulawesi Selatan, Papua dan Papua Barat)