Wednesday, 10 February 2016

Dahsyatnya Otak Kanan, Sudahkah Anda Mengenali?

1Seperti kita ketahui bahwa otak manusia terdiri dari otak kanan dan otak kiri, dimana keduanya mempunyai peranan masing-masing, otak kanan mempunyai peranan dalam perkembangan kreatifitas, inovasi, imajinasi, daya cipta, keuletan, tanggung jawab, kedisiplinan,etika, empati, dan lain sebagainya. sedangkan otak kiri berhubungan dengan logika, angka-angka, bahasa, intelektual dan pengetahuan.
Bisa kita bayangkan bila sejak dini otak kanan mereka diberikan stimulus secara terus-menerus maka tidak heran akan muncul generasi emas dimasa yang akan datang. kita tahu bahwa selama ini yang menjadi perhatian hanya pada penggunaan otak kiri. anak-anak hanya di tuntut untuk mendapatkan nilai yang baik, berfikir yang sistematis tapi kita lupa memberikan perhatian terhadap kreatifitas, daya cipta, kejujuran, imajinasi dll.

“Dalam suatu pertemuan dengan ibu-ibu berusia 35 tahun keatas yang berjumlah 60 orang saya meminta mereka untuk menggambar pemandangan, apa hasilnya? semuanya mengahasilakan gambar dua buah gunung ditengahnya ada matahari

5
Sumber Gambar : https://tigorboraspati.wordpress.com
Hal tersebut menandakan apa ? daya kreatifitas dan imajinasi tidak pernah di beri perlakuan, lantas kenapa mereka bisa menemukan gambar dua gunung dan matahari ditengahnya ? ya, mungkin saja gambar tersebut mereka peroleh ketika di bangku TK/RA. dan hampir 30 tahun tidak pernah mencoba berani untuk berkreatifitas pada gambar yang lain.

“Bisa jadi generasi yang sekarang masih duduk di bangku TK/RA 30 tahun lagi, gambar pemandangan yang dihasilkan tetap sama”

Salah satu yang bisa dilakukan agar anak-anak tumbuh dengan mempunyai daya kreatifitas yang tinggi, mulai sejak dini mulai diberikan perlakuan khusus untuk perkembangan otak kanan melalui beberapa permainan yang bisa merangsang kerja otak kanan. permainan apa saja yang bisa mengasah otak kanan? baca artikel selanjutnya.

Monday, 8 February 2016

Syarat Guru Honorer Sekolah Agar Dapat Insentif Dari Kemdikbud

Tahun ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengalokasikan anggaran untuk insentif para guru honorer mencapai Rp 389 miliar. Alokasi anggaran insentif bagi guru non Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut diperuntukkan bagi 108 ribu guru. Salah satu syarat utama penerima insentif adalah beban mengajar minimal 24 jam.


"Pemberian didasarkan beban mengajar dan kelebihannya sehingga setiap orang bisa terima berbeda jumlahnya. Oleh karena itu mohon jangan memberikan jam anda ke guru lain agar sama-sama terima karena akan diberlakukan batas minimal jam yangg harus dimiliki minimal 24 jam perminggu", tulis Kepala Bagian Perencanaan dan Penganggaran Ditjen GTK Kemdikbud, Tagor Alamsyah Harahap yang palanggay.com kutip dari dari status facebook-nya (07/02/16).

insentif guru non PNS yang diberikan mulai tahun 2016 ini merupakan penganti Subsidi Tunjangan Fungsional. Sesuai PP nomor 74 tahun 2005 bahwa Subsidi Tunjangan Fungsional sudah berakhir 10
tahun sejak diundangkan. Prioritas penerima insentif adalah guru yang telah mengisi dan mengirimkan datanya melalui aplikasi Data Pokok Pendidik (Dapodik) serta dinyatakan valid sesuai dengan kriteria.

Tagor mengingatkan, Dinas Pendidikan kabupaten/kota sesuai surat Dirjen GTK agar menyiapkan daftar calon penerima insentif guru honorer tahun 2016 yang dapat diakses oleh publik (ditempel di papan pengumuman). Dinas Pendidikan diberikan kewenangan untuk menentukan calon penerima insentif guru honorer tahun 2016 melalui sitem aplikasi SIM Tunjangan sesuai jadwal dalam surat edaran.

Sunday, 7 February 2016

METODE TERBARU MENGAJAR KURIKULUM 2013 ATAU KURIKULUM NASIONAL

10 METODE TERBARU MENGAJAR KURIKULUM 2013 ATAU KURIKULUM NASIONAL

Asalamu'alaikum wr.wb selamat pagi dan salam sejahtera untuk rekan-rekan guru cerdas seluruh indonesia... pada kesempatan kali ini saya akan berbagi metode terbaru mengajar kurikulum 2013 atau kurikulum nasional.
berikut adalah 10 metode yang rekan-rekan bisa terapkan...


1.    EXAMPLES NON EXAMPLES Contoh dapat dari kasus/gambar yang relevan dengan KD Langkah-langkah : 
  • Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran
  •  Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP 
  • Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar 
  • Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas 
  • Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya
  • Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai
  • Kesimpulan 
2.    PICTURE AND PICTURE Langkah-langkah :
  • Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 
  • Menyajikan materi sebagai pengantar
  • Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi 
  • Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis
  • Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut 
  • Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
  • Kesimpulan/rangkuman 
3.    NUMBERED HEADS TOGETHER (Kepala Bernomor, Spencer Kagan, 1992) Langkah-langkah : 
  • Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
  • Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya 
  • Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya 
  • Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka
  • Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain
  •  Kesimpulan 
4.    COOPERATIVE SCRIPT (Dansereau Cs., 1985) Skrip kooperatif : metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari Langkah-langkah :
  • Guru membagi siswa untuk berpasangan 
  • Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan 
  • Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar
  • Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. Sementara pendengar : -   Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap -   Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya
  • Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas.
  • Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan Guru 
  • Penutup

5.    KEPALA BERNOMOR STRUKTUR  (Modifikasi Dari Number Heads) Langkah-langkah : 
  • Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor 
  • Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomorkan terhadap tugas yang berangkai Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya
  • Jika perlu, guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka
  • Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain 
  • Kesimpulan 
6.    STUDENT TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) TIM SISWA KELOMPOK PRESTASI (SLAVIN, 1995) Langkah-langkah : 
  • Membentuk kelompok yang anggotanya = 4 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi, jenis kelamin, suku, dll) 
  • Guru menyajikan pelajaran 
  • Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggota yang tahu menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
  • Guru memberi kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab kuis tidak boleh saling membantu 
  • Memberi evaluasi 
  • Kesimpulan 

7.    JIGSAW (MODEL TIM AHLI) (Aronson, Blaney, Stephen, Sikes, And Snapp, 1978) Langkah-langkah : 
  • Siswa dikelompokkan ke dalam = 4 anggota tim 
  • Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda
  •  Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan 
  • Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka
  • Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh 
  • Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi 
  • Guru memberi evaluasi 
  • Penutup

 8.    PROBLEM BASED INTRODUCTION (PBI) (Pembelajaran Berdasarkan Masalah) Langkah-langkah : 
  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran. Menjelaskan logistik yang dibutuhkan. Memotivasi siswa terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih. 
  • Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik, tugas, jadwal, dll.) 
  • Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah, pengumpulan data, hipotesis, pemecahan masalah.
  • Guru membantu siswa dalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya 
  • Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan mereka dan proses-proses yang mereka gunakan 

9.    ARTIKULASI Langkah-langkah : 
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai
  • Guru menyajikan materi sebagaimana biasa 
  • Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang
  • Suruhlan seorang dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya 
  • Suruh siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya 
  • Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa
  •  Kesimpulan/penutup 

10.    MIND MAPPING Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban Langkah-langkah : 
  • Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai 
  • Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa/sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban 
  • Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang 
  • Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi 
  • Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru 
  • Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi bandingan sesuai konsep yang disediakan guru 



Demikian informasi terbaru yang dapat saya berikan...
semoga bermanfaat.....